Re-Design iQiyi Mobile Application

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang salah satu aplikasi yang paling sering di akses karena dapat memfasilitasi salah satu hobi yaitu nonton anime, nama aplikasinya adalah iQiyi (bukan alay, tapi emang cara nulis brand-nya begitu). Buat yang gak tau, iQiyi adalah suatu platform streaming yang memungkinkan kita untuk menonton berbagai macam acara mulai dari anime, drama korea, serial mandarin hingga variety show secara legal dan gratis.

Saya tau aplikasi ini sejak awal tahun 2019 berkat isi tulisan description box di salah satu channel Youtube yang saya baca tanpa sengaja. Sebagai sebuah produk, harus di akui bahwa iQiyi cukup memanjakan penggunanya baik yang berlangganan secara rutin maupun yang sekedar numpang nonton seperti saya ketika lagi kere (hehehe). Anime yang ditayangkan juga selalu up to date sesuai dengan yang sedang tayang di jepang tiap musimnya, hal tersebut membuat aplikasi ini masih ada di gawai saya hingga kini.

Namun bukan berarti produk tersebut sudah memiliki user experience yang sempurna. Berikut adalah beberapa pain point yang saya rasakan ketika menggunakan aplikasi iQiyi versi mobile untuk menonton anime:

  1. Semua acara mulai dari anime, drama korea, dan serial mandarin di campur jadi satu ke dalam bagian rekomendasi yang bernama “For You” ketika user pertama kali masuk ke aplikasi pasca splash screen.
  2. Rating dari setiap konten yang ada menurut saya tidak teruji validitasnya, karena banyak konten yang rating-nya bintang 5 tapi ceritanya jelek.
  3. Terlalu banyak data yang tidak perlu ditampilkan untuk user yang akhirnya menciptakan banyak scroll ketika menggunakan aplikasi.

Dari penjelasan di atas, saya melakukan re-design aplikasi yang bertujuan untuk menawarkan solusi sekaligus menyelesaikan masalah dari pain point yang saya rasakan. Di bawah ini adalah hasil re-design yang telah saya buat:

HOME BEFORE SCROLL
HOME AFTER SCROLL

Kita bahas dulu gambar pertama alias home before scroll, desain tersebut saya buat dengan tujuan agar bagian rekomendasi yang namanya “For You” itu hilang karena menurut saya bagian tersebut dapat membingungkan user. Baru saja masuk sudah di todong dengan berbagai jenis acara, tentu fitur rekomendasi tersebut dapat mengakibatkan experience yang tidak menyenangkan bagi user. Oleh karena itu, saya menggantinya dengan pengelompokan konten berdasarkan pilihan user, misal ketika user memilih anime, maka konten yang direkomendasikan adalah anime yang tayang berdasarkan hari saat aplikasi di gunakan. Dengan begitu user memiliki kebebasan untuk memilih menonton anime yang tersedia di hari tersebut.

Selain kebebasan memilih konten, fitur tersebut di harapkan juga dapat memicu user untuk rutin mengakses aplikasi ketika ingin menonton anime yang sama pekan depan. Setelah menjadi penonton rutin, hasil akhir yang diharapkan adalah user bisa berubah menjadi customer yang rela membayar sejumlah uang untuk bisa berlangganan, agar pendapatan perusahaan tidak hanya berasal dari pengiklan saja. Selain pengelompokan konten berdasarkan waktu tayang, saya juga menyisipkan informasi minor berupa episode dan banyaknya penonton (gambar mata + angka) yang menunjukkan jumlah penonton secara real time.

Hal tersebut dapat menjadi tolak ukur yang lebih valid dari pada rating di setiap anime yang ditayangkan. Dengan melihat informasi tersebut di harapkan user bisa mengetahui anime mana yang lebih diminati berdasarkan kesimpulan sederhana, dalam contoh di atas diketahui bahwa anime dengan judul Ganbare Douki Chan lebih di gemari dari pada 2 anime lainnya. Hasil akhirnya adalah memicu user untuk tertarik menonton anime tersebut. Dua solusi dari pain point 1 dan 2 sudah saya jelaskan, sekarang kita bahas pain point 3.

Untuk pain point ini mungkin belum tentu di rasakan oleh user secara umum, namun saya pribadi merasa tampilan pada aplikasi saat ini terlalu banyak dan tidak semua di perlukan. Maka dari itu desain yang saya buat hanya menampilkan 4 jenis data yaitu anime berdasarkan pengelompokan waktu tayang, anime yang belum selesai saya tonton, anime yang trending musim ini dan anime yang akan tayang di musim berikutnya. Alasan saya mengelompokkan data menjadi 4 jenis karena itulah data yang saya butuh kan ketika ingin menonton anime setiap musimnya. Untuk solusi dari pain point ini di butuh kan riset secara lebih lanjut untuk mendapatkan permasalahan yang benar-benar tervalidasi.

Akhir kata sekian dari saya, terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk membaca artikel ini sampai selesai. Jika ada pendapat yang perlu disampaikan silakan tulis di kolom komentar. Namun apabila ada hal lain yang mau di diskusikan silakan mengirim pesan ke alamat email fadzriangibran@gmail.com

Product Designer